Kerajaan Tavolara, Bentuk Kekuasaan Dengan Wilayah Terkecil Di Dunia

Kerajaan Tavolara, Bentuk Kekuasaan Dengan Wilayah Terkecil Di Dunia

Tavolara dijuluki kerajaan terkecil di dunia yang berpenghuni bersama dengan luas 5 kilometer persegi. Kerajaan Tavolara selagi ini sedang merayakan kembali th. yang ke-180. Sangat berbeda dengan kerajaan Arab Saudi, kerajaan ini dipimpin Raja Antonio Bertoleoni yang sehari-hari punya kegiatan memancing ikan. Raja yang gemar menyantap olahan laut ini sehari-hari dipanggil Tonino. Kerajaan ini memang benar-benar kecil.

Ukurannya barangkali apalagi tidak lebih besar berasal dari RT di lingkungan tempat tinggal kamu. Inilah Tavolara, keliru satu negara formal yang diklaim sebagai kerajaan terkecil di dunia. Lokasinya di di Teluk Olbia, lepas pantai Sardinia, Italia. Tavolara memang cuma sebuah pulau kecil di sedang lautan. Secuil daratan yang membentuk gunung dan mengakses bersama dengan pantai kecil di dekatnya. Kedua daratan itu mengakses oleh sepetak tanah genting.

Tanah genting inilah satu-satunya anggota berasal dari Tavolara yang mampu dihuni. Di situ pula keluarga kerajaan hidup. Tavolara dikuasai oleh keluarga Bertoleoni selama dua ratus th. terakhir. Riwayat mereka sebagai pemilik kerajaan mini tersebut di mulai disaat Giuseppe Bertoleoni, seorang imigran Genovese tiba di pulau itu terhadap 1807. Barteolini berniat mengasingkan diri di sana bersama dengan keliru satu istrinya dan anak-anak mereka.

Sejarah Kerajaan Terkecil Di Dunia, Tavolara

Kerajaan Tavolara, Bentuk Kekuasaan Dengan Wilayah Terkecil Di Dunia

Cerita di mulai terhadap 1807 disaat Giuseppe Bertoleoni jadi pemukim pertama pulau berpenghuni itu. Ia diekspresikan sebagai 1/2 gembala, 1/2 bajak laut di dalam buku histori kerajaan Tavolara. Awalnya Giuseppe Bertoleoni tinggal di sana sehingga mampu hidup berpoligami bersama dengan kedua istrinya dari hasil promo slot terbaru. Mereka akhirnya menyukai Pulau Tavolara yang dihuni kambing bergigi emas. Namun, kambing ini tidak memang bergigi emas.

Kambing warna kuning keemasan dikarenakan memakan rumput laut dan lumut yang mereka makan. Kambing ini segera jadi ikon kerajaan Tavolara. Cerita kambing emas bergigi akhirnya menyebar ke penguasa Kerajaan Sardinia, Carlo Alberto di Italia. Raja Alberto bersemangat melakukan perjalanan ke Tavolara untuk berburu binatang unik terhadap 1836.

Putra penguasa setempat Giuseppe, Paolo memandu kunjungan Raja Alberto untuk berburu. Tak seorang pun yang berniat menyangkal klaim Barteolini, dikarenakan satu-satunya penghuni Tavolara adalah anggota keluarganya sendiri. Selama tujuh generasi, keluarga kerajaan itu hidup bersama dengan beternak kambing, memancing ikan, bermain sbobet88 login, dan menjual souvenir untuk wisatawan. Mereka termasuk menggerakkan dua restoran yang berdiri di pulau tersebut.